Piala Dunia yang lagi berlangsung sekarang adalah yang terbesar sepanjang sejarah turnamen ini. Untuk pertama kalinya ada 48 tim (sebelumnya 32) dan untuk pertama kalinya satu turnamen digelar di tiga negara sekaligus — Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Total 104 pertandingan dijejalkan dalam 39 hari, dari 11 Juni sampai final 19 Juli 2026. Buat penggemar bola, ini bukan sekadar Piala Dunia biasa: aturannya beda, jumlah timnya beda, dan peluang buat tim "kuda hitam" jadi lebih lebar.

Tiga hal yang perlu kamu tahu

  • 48 tim, bukan 32 lagi. Ini lompatan terbesar dalam format Piala Dunia sejak lama. Lebih banyak negara ikut, termasuk yang biasanya cuma nonton dari rumah.
  • Tiga tuan rumah dalam satu turnamen — pertama kali. 16 kota jadi lokasi: 11 di AS, 3 di Meksiko, 2 di Kanada. Jadi tim dan suporter benar-benar lintas negara.
  • 104 pertandingan. Naik dari 64 di format lama. Artinya lebih banyak bola buat ditonton — tapi juga lebih banyak perjalanan dan kelelahan buat pemain.

Format barunya kayak gimana?

48 tim dibagi jadi 12 grup berisi 4 tim. Dua tim teratas tiap grup lolos, ditambah 8 tim peringkat ketiga terbaik — total 32 tim masuk ke babak gugur (round of 32). Dari situ sistemnya knockout biasa sampai final. Tim yang sampai semifinal bakal main 8 laga, satu lebih banyak dibanding format lama.

Intinya: lebih banyak tim dapat tiket, dan satu kekalahan di fase grup nggak otomatis bikin pulang. Itu yang bikin turnamen ini lebih "terbuka" buat negara-negara yang biasanya kalah saing.

Buat Indonesia, kenapa terasa dekat tahun ini?

Karena format 48 tim itu nambah jatah Asia jadi 8 tiket langsung plus 1 tiket playoff antarbenua — jauh lebih banyak dari sebelumnya. Slot yang lebih banyak bikin mimpi lolos terasa masuk akal buat lebih banyak negara, Indonesia termasuk.

Timnas Indonesia menembus babak keempat (babak final) kualifikasi zona Asia — tahap terdalam yang pernah dicapai di era kualifikasi modern. Tapi langkahnya berhenti di situ: di grupnya, Indonesia kalah 2–3 dari Arab Saudi lalu 0–1 dari Irak, dan akhirnya tidak lolos ke putaran final. Jadi tahun ini Indonesia nggak ikut tampil — tapi "sedekat ini" pun belum pernah terjadi sebelumnya.

Yang masih jadi perdebatan

  • Apakah 48 tim bikin kualitas turun? Sebagian pengamat khawatir banyak laga jadi timpang. Sebagian lain bilang justru kasih panggung buat negara baru. Ini soal pendapat, bukan fakta yang sudah selesai.
  • Beban pemain. 104 laga + jarak antarkota yang jauh di tiga negara memunculkan kekhawatiran soal kelelahan dan cedera. Dampak persisnya baru bisa dinilai setelah turnamen.
  • Angka bisa berubah. Jumlah gol, rekor penonton, dan hasil akhir masih berjalan saat artikel ini ditulis — cek sumber resmi untuk skor terbaru.

Kenapa ini penting buat kamu

Kalau kamu cuma ikut rame pas final, gampang ketinggalan konteks. Paham formatnya bikin kamu ngerti kenapa tim peringkat tiga masih bisa lolos, kenapa ada begitu banyak pertandingan, dan kenapa edisi ini sering disebut "Piala Dunia paling terbuka". Bonus: kamu nggak gampang ketipu klaim ngawur yang beredar di timeline soal jumlah tim atau tuan rumah.

Coba inget

Tanpa scroll ke atas: ada berapa tim di Piala Dunia 2026, dan berapa negara yang jadi tuan rumah? Lalu, berapa tim peringkat ketiga yang ikut lolos ke babak gugur?

Coba terapin

Bayangin kamu jelasin ke temen yang nggak ngikutin bola: dalam tiga kalimat, kenapa edisi 2026 disebut "paling terbuka" dibanding Piala Dunia sebelumnya? Pakai angka 48, 12 grup, dan 8 peringkat-tiga buat nguatin argumenmu.

Masih penasaran?

  • Gimana cara FIFA milih 8 tim peringkat ketiga terbaik dari 12 grup?
  • Kenapa jatah Asia bisa naik jadi 8+1 di format 48 tim?
  • Apa untung-ruginya turnamen digelar di tiga negara sekaligus?
  • Seberapa dekat sebenarnya Indonesia ke putaran final tahun ini?

Sumber